Oleh: surianto200477 | September 10, 2009

Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

  1. 1. Pembelajaran Kooperatif  Tipe STAD

Pembelajaran  kooperatif tipe STAD merupakan pembelajaran yang paling sederhana dan sangat cocok bagi guru pemula, salah satu ciri dari STAD adalah siswa dalam kelompoknya menggunakan bantuan lembar kegiatan siswa atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya dan kemudian dalam kelompoknya siswa saling membantu satu sama lainya ntuk memahami bahan pelajaran tersebut.  STAD sangat sesuai………

untuk mengajarkan materi yang dirumuskan dengan tajam dan apabila siswa diminta mengerjakan suatu masalah atau soal.

Gambar  2.1

Skema Pembelajaran  Kooperatif Tipe STAD

  1. A. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai berikut.

a.     Persiapan materi dan penerapan siswa dalam kelompok.
Sebelum menyajikan guru harus mempersiapkan lembar kegiatan dan lembar jawaban yang akan dipelajarai siswa dalam kelompok-kelomok kooperatif. Kemudian menetapkan siswa dalam kelompok heterogen dengan jumlah maksimal 4 – 6 orang, aturan heterogenitas dapat berdasarkan pada:

(1). Kemampuan akademik (pandai, sedang dan rendah)
yang didapat dari hasil akademik (skor awal) sebelumnya.

Perlu diingat pembagian itu harus diseimbangkan sehingga setiap kelompok terdiri dari siswa dengan siswa dengan tingkat prestasi seimbang.

(2).  Jenis kelamin, latar belakang sosial, kesenangan bawaan/sifat

(pendiam dan aktif), dll.

b. Penyajian materi pelajaran, ditekankan pada ha-hal berikut :
(1). Pendahuluan

Di sini perlu ditekankan apa yang akan dipelajari siswa dalam     kelompok dan menginformasikan hal yang penting untuk memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep-konsep yang akan mereka pelajari.

(2).Pengembangan

Dilakukan pengembangan materi yang sesuai yang akan dipelajari siswa dalam kelompok. Di sini siswa belajar untuk memahami makna bukan hafalan. Pertanyaan-peranyaan diberikan penjelasan tentang benar atau salah. Jika siswa telah memahami konsep maka dapat beralih kekonsep lain.

(3). Praktek terkendali

Praktek terkendali dilakukan dalam menyajikan materi dengan cara menyuruh siswa mengerjakan soal, memanggil siswa secara acak untuk menjawab atau menyelesaikan masalah agar siswa selalu siap dan dalam memberikan tugas jangan menyita waktu lama.

c. Kegiatan kelompok

Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok sebagai bahan  yang akan dipelajari siswa. Isi dari LKS selain materi pelajaran juga digunakan untuk melatih kooperatif.  Guru memberi bantuan dengan memperjelas perintah, mengulang konsep dan menjawab pertanyaan.

  1. Evaluasi

Dilakukan selama 45 – 60 menit secara mandiri untuk menunjukkan apa yang telah siswa pelajari selama bekerja dalam kelompok. Hasil evaluasi digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan sebagai nilai perkembangan kelompok.

  1. Penghargaan kelompok

Dari hasil nilai perkembangan, maka penghargaan pada prestasi kelompok diberikan dalam tingkatan penghargaan seperti kelompok baik, hebat dan super.

  1. Perhitungan ulang skor awal dan pengubahan kelompokSatu periode penilaian (3 – 4 minggu) dilakukan perhitungan ulang skor evaluasi sebagai skor awal siswa yang baru. Kemudian dilakukan perubahan kelompok agar siswa dapat bekerja dengan teman yang lain.
  2. Sistem Sosial

Pembagian Kelompok belajar pada Pembelajaran kooperatif learning tipe STAD, Kelompok belajar dibagi berdasarkan :

  1. Tingkat kemampuan yang berbeda-beda (Tinggi, sedang, Rendah)
  2. Latar belakang kebudayaan yang berbeda
  3. Latar belakang ras yang berbeda
  4. Latar belakang gender
  1. Prinsip Reaksi Guru

Dalam pembelajaran kooperatif learning prilaku guru dikelas adalah sebagai berikut :

  1. Guru Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, dan memotivasi siswa.Guru memberikan test awal untuk menertukan skor dasar siswa.Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok belajar yang sudah ditetapkan.Guru menyajikan informasi dan kemudian siswa berkerja dalam kelompoknya dengan LKS yang telah disediakan.Guru memberikan Kuis tentang materi pembelajaran yang ada dalam LKS secara individual.Guru membandingkan skor akhir masing-masing siswa dengan skor awalGuru memberikan point tiap anggota kelompok dalam satu kelompok dan menjumlahkanya untuk mendapatkan skor kelompokGuru memberikan penghargaan kepada kelompok yang nilai kelompoknya tertinggiGuru menutup pelajaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: